28-Maret-2025 | Dilihat: 1129 kali
Garut, 27 Maret 2025 – Menyambut libur panjang Idul Fitri 1446 H, STIKes Karsa Husada Garut menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Tim Gerakan Bersih dan Rapi (GBR) untuk memastikan kebersihan kampus tetap terjaga selama masa liburan. Rapat ini berlangsung pada Kamis, 27 Maret 2025, bertempat di ruang rapat Kampus 2 dan dipimpin oleh Ibu Kustati, selaku Koordinator Tim GBR, bersama Bapak Jamaludin, Kepala Urusan RTP BAUK STIKes Karsa Husada Garut.
Pertemuan ini digelar dengan tujuan utama merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi libur panjang, yang biasanya mempengaruhi keberadaan dan jumlah petugas kebersihan (OB) di kampus. Selama rapat yang berlangsung antara pukul 12.30 hingga 13.30 WIB tersebut, para peserta membahas berbagai upaya untuk menjaga kebersihan dan kerapihan kampus meskipun ada pengurangan jumlah petugas kebersihan selama liburan.
Bapak Jamaludin menyampaikan bahwa pihak kampus telah menyusun jadwal piket fleksibel untuk para petugas kebersihan selama liburan. Meskipun ada beberapa petugas yang sekarang sering sakit, seperti P. Maman yang bertugas di Kampus 2, upaya untuk menjaga kebersihan tetap akan maksimal. Hal ini penting mengingat beberapa petugas yang sakit atau sedang tidak bisa hadir secara penuh. Selain itu, pengelolaan kebersihan juga akan diawasi dengan seksama untuk memastikan seluruh area kampus tetap dalam kondisi bersih dan rapi.
Salah satu masalah yang juga diangkat dalam rapat adalah pengelolaan taman kampus yang sering kali terbengkalai selama liburan. Petugas taman tidak hadir setiap hari, yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap ruang hijau tersebut. Selain taman, kondisi halaman depan Kampus 2 juga menjadi perhatian karena sempat tidak terawat akibat absennya P. Maman. Meskipun begitu, Pa Danu bisa segera turun tangan menggantikan pegawai yang sakit tersebut, untuk melakukan pembersihan sementara, memastikan bahwa area tersebut tetap terlihat rapi.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi petugas kebersihan adalah kekurangan jumlah petugas. Di Kampus 2, petugas lama Pa Yeyep sudah memasuki masa pensiun, sementara Pa Maman yang seharusnya bertanggung jawab juga sering sakit. Di samping itu di Kampus 1, Pa Herdi kadang kewalahan harus menangani seluruh area mulai dari lantai 1 hingga lantai 3, apalagi Bu Dewi mitranya di kampus 2 sangat terbatas pergerakannya karena tidak bisa seleluasa laki laki naik turun sampai lantai 3. Dengan keterbatasan jumlah petugas, mereka tetap berusaha menjaga kebersihan, meskipun beban pekerjaan semakin berat, apalagi insya Allah sebentar lagi ada penambahan sarana dan prasarana serta ruangan dari Laboratorium Gizi di Prodi Gizi yang sebentar lagi terbentuk..
Tak hanya itu, dalam rapat tersebut juga disampaikan masukan dari petugas kebersihan terkait kebiasaan mahasiswa yang sering meninggalkan sampah di meja kantin setelah makan. Hal ini menjadi perhatian penting, dan pihak kampus berencana untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga kebersihan. Tim GBR berencana memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai kebersihan di setiap kelas setelah Proses Pembelajaran danMengajar (PBM) dimulai setelah libur nanti. Sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa agar mereka lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan kampus.
Komentar dari Pihak Kampus:
Bu Kustati, sebagai Koordinator Tim GBR, menegaskan bahwa meskipun banyak petugas kebersihan yang tidak dapat hadir secara penuh selama liburan, pihak kampus akan memastikan kebersihan dan kerapihan tetap terjaga. “Kami akan terus mengingatkan mahasiswa untuk lebih peduli dengan kebersihan di sekitar mereka, terutama di kantin. Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Bapak Jamaludin, Kepala Urusan RTP BAUK STIKes, juga menyampaikan hal serupa, “Kami telah menetapkan jadwal piket yang fleksibel, meskipun ada keterbatasan dalam jumlah petugas. Kami berharap seluruh civitas akademika dapat bekerja sama dalam menjaga kebersihan, baik selama liburan maupun dalam kegiatan sehari-hari. Kami ingin memastikan kampus tetap nyaman dan bersih bagi semua pihak.”
Dengan langkah-langkah yang sudah direncanakan dan koordinasi yang baik antara petugas kebersihan, pihak kampus, dan mahasiswa, diharapkan lingkungan kampus STIKes Karsa Husada Garut tetap bersih dan nyaman meskipun dalam masa liburan panjang. Ke depan, upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai kebersihan akan terus dilakukan, sehingga kampus dapat mempertahankan citra sebagai tempat belajar yang bersih, rapi, dan nyaman.***