06-November-2025 | Dilihat: 201 kali

Ketua Pembina Yayasan DHIG : Dari Sekolah Pintar Menuju Sekolah Beradab, Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan Beradab di STIKes Karsa Husada Garut
...

Garut, 5 November 2025 — Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti ruang pertemuan Hotel Santika Premiere Cipanas Garut, saat 571  wisudawan dan wisudawati STIKes Karsa Husada Garut mengikuti Upacara Wisuda dan Angkat Sumpah, pada acara Sidang Terbuka Senat Akademik Tahun Akademik 2024/2025.

Acara sakral tersebut dihadiri oleh jajaran Yayasan Dharma Husada Insani Garut (DHIG), pimpinan STIKes KHG, para orang tua wisudawan, serta tamu undangan dari lembaga pemerintah, profesi, dan mitra kerja sama.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Ketua Pembina Yayasan DHIG, Dr. H. Hadiat, MA, menyampaikan pesan yang menggetarkan hati seluruh hadirin. Dengan suara bergetar namun tegas, beliau membuka dengan kalimat penuh rasa syukur:

Hari ini adalah hari di mana doa menjadi nyata. Hari di mana kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan panjang para orang tua menemukan maknanya. Setiap toga yang berkibar di depan kita adalah saksi bisu perjuangan, air mata, dan cinta yang tulus dari ayah dan ibu.”

Ucapan itu membuat suasana menjadi hening dan haru. Banyak orang tua terlihat menitikkan air mata bahagia saat Dr. Hadiat mengajak para wisudawan untuk memandang wajah orang tuanya dan mendoakan mereka, sebagai bentuk bakti dan rasa syukur atas segala perjuangan.

Sebelum menerima ijazah, pandanglah wajah orang tuamu. Di sanalah surga dan keberkahan hidupmu,” ujar beliau, disambut tepuk tangan panjang dan penuh haru dari seluruh hadirin.

 

Pendidikan Beradab: Menghidupkan Ruh Uga Pajajaran

Dalam bagian utama sambutannya, Dr. Hadiat menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses mencerdaskan, melainkan menumbuhkan manusia yang beradab dan berhati bersih.
Beliau mengingatkan kembali nilai-nilai luhur masyarakat Sunda yang berakar dari ajaran Uga Pajajaran: Silih Asah, Silih Asih, Silih Wawangi — saling mencerdaskan, saling menyayangi, dan saling menjaga kehormatan.

“STIKes Karsa Husada Garut berkomitmen untuk tidak hanya mencetak tenaga kesehatan yang pintar, tetapi membangun manusia yang berjiwa rahayu dan berhati bersih. Kami menyebutnya: perjalanan dari sekolah pintar menuju sekolah beradab,” tegasnya.

Salah satu manifestasi nyata dari semangat tersebut adalah Gerakan Bersih dan Rapih (GBR),  program pembinaan karakter dan budaya kerja yang telah menjadi ikon moral di lingkungan STIKes KHG.

GBR, menurutnya, bukan hanya tentang menjaga kebersihan fisik kampus, tetapi juga tentang membersihkan hati dari kesombongan dan menata niat dalam tanggung jawab.

Gerakan ini telah mendapat dukungan dari Kementerian Dikti Saintek, Komisi X DPR RI, LLDIKTI Wilayah IV, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, serta telah dicanangkan oleh Ibu Wakil Bupati Garut sebagai simbol gerakan moral pendidikan di Garut.

 

Syukur atas Kemajuan dan Capaian STIKes KHG

Dr. Hadiat juga menyampaikan rasa syukur atas kemajuan pesat STIKes Karsa Husada Garut, yang kini telah menjadi salah satu perguruan tinggi kesehatan terkemuka di Jawa Barat.
Mahasiswa STIKes terus meningkat setiap tahun, dengan lebih dari 7.000 alumni yang kini bekerja di berbagai instansi kesehatan di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Pembangunan Gedung Karsa Husada (Kampus III) pun tengah berjalan, dirancang sebagai pusat layanan akademik, klinik pendidikan, dan fasilitas multifungsi modern, melengkapi Kampus I dan II yang sudah beroperasi dengan sarana pembelajaran mutakhir.

Kampus ini bukan sekadar bangunan, melainkan monumen perjuangan panjang insan

 

Menghormati Para Pendahulu dan Melanjutkan pendidikan kesehatan Garut,” ucap beliau penuh semangat.Warisan Nilai

Dalam suasana yang khidmat, Dr. Hadiat juga mengenang para tokoh pendahulu Yayasan dan STIKes yang telah wafat, di antaranya Dr. (HC) H. Amas Setiana (Alm.), dr. H. Kurnadi Sumawiganda (Alm.), Drs. H. Didin Saepudin, MMKes (Alm.), dan Hj. Ida Farida, B.Sc (Almh.).
Mereka disebut sebagai tiang-tiang utama Yayasan DHIG, yang menanamkan nilai ketulusan, keikhlasan, dan integritas.

Kami tidak akan sampai di sini tanpa jejak para pendahulu. Amanah mereka akan terus kami lanjutkan dengan kerja keras dan ketulusan,” tutur Dr. Hadiat dengan nada lirih.

 

Menatap Masa Depan: Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Menutup sambutannya, Dr. Hadiat menegaskan komitmen Yayasan untuk terus membawa STIKes KHG menuju Perguruan Tinggi Unggul dan Berdaya Saing Nasional, dengan fokus pada:

  • Akreditasi institusi dan prodi Unggul,
  • Pembukaan Program Pascasarjana Kesehatan,
  • Transformasi menuju Institut atau Universitas Kesehatan Garut,
  • Penguatan SDM, SPMI, LP4M, dan sistem tata kelola,
  • Pengembangan SDGs Center sebagai pusat kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045.

Kami mohon doa dari semua pihak agar cita-cita besar ini dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya dengan penuh harap.

 

Pesan untuk Wisudawan: Jaga Adab, Teruslah Belajar

Mengakhiri sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh wisudawan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan diri di era digital.

Dr. Hadiat juga menekankan pentingnya menjaga integritas, menghormati orang tua, dan menjadikan senyum serta tutur lembut sebagai ciri khas tenaga kesehatan sejati.

Jika kalian menolong pasien yang lemah, ingatlah wajah orang tua yang dulu menuntun kalian belajar.

Jika kalian membersihkan luka orang lain, ingatlah tangan yang dulu menyeka air mata kalian dengan kasih sayang.

Jadilah tenaga kesehatan yang berilmu, berakhlak, dan beradab.”

Sambutan Dr. Hadiat diakhiri dengan doa dan ajakanl penuh semangat:

STIKes KHG Juara, Yayasan Dharma Husada Insani Garut Jaya!”

Disambut gemuruh tepuk tangan seluruh hadirin — menandai bukan hanya momen kelulusan, tetapi kebangkitan semangat baru dalam pendidikan kesehatan yang beradab dan manusiawi di Garut.***


Yayasan Dharma Husada Insani Garut (DHIG)