23-Agustus-2024 | Dilihat: 808 kali
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-17, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut kembali menorehkan prestasi gemilang dengan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Gizi Optimal Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.” Acara yang digelar pada hari Kamis, 22 Agustus 2024 di Gedung Pendopo dengan sukses ini, tidak hanya menjadi pelengkap perayaan hari jadi yang berkesan, tetapi juga sebagai momentum strategis dalam menyongsong perubahan bentuk STIKes menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut serta pembukaan program studi baru, yaitu Program Studi Sarjana Gizi.
Seminar Nasional yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dihadiri oleh para pakar gizi, akademisi, praktisi kesehatan, serta para mahasiswa. Mereka berkumpul untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan terkait isu-isu terkini dalam bidang gizi, yang memiliki peran krusial dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045—sebuah visi nasional yang memproyeksikan Indonesia sebagai negara maju dengan sumber daya manusia yang unggul dan sehat.
Yayasan Dharma Husada Insani Garut yang menaungi STIKes Karsa Husada Garut, melalui sambutan Ketua Pembina memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seminar ini. Dalam sebagian sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kontribusi STIKes dalam pembangunan kesehatan bangsa melalui pendidikan berkualitas dan inovasi riset yang relevan. Yayasan juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras seluruh civitas akademika STIKes dalam menghadirkan seminar dengan standar nasional yang mampu menjawab tantangan global dalam bidang kesehatan, khususnya terkait gizi.
“Seminar ini adalah cerminan dari komitmen STIKes Karsa Husada Garut untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu kesehatan, khususnya dalam bidang gizi. Perubahan bentuk menjadi Institut Kesehatan dan pembukaan Prodi Sarjana Gizi merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, guna menyongsong masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi,” ujar Ketua Pembina Yayasan, Dr. H. Hadiat, MA dalam sambutannya.
Yayasan Dharma Husada Insani Garut juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan akademik dan fasilitas di STIKes Karsa Husada Garut. Transformasi STIKes menjadi Institut Kesehatan akan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan prodi-prodi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pembukaan Prodi Sarjana Gizi, misalnya, diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang tinggi, tetapi juga siap terjun sebagai tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan gizi di Indonesia.
Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta seminar juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi diskusi. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang tukar pikiran, tetapi juga sebagai wadah untuk menginspirasi kolaborasi di antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas gizi di Indonesia.
Melalui seminar nasional ini, STIKes Karsa Husada Garut tidak hanya memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul di bidang kesehatan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan dalam menghadapi tantangan kesehatan nasional. Dengan dukungan penuh dari Yayasan Dharma Husada Insani Garut, langkah besar ini diharapkan dapat menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang sehat, kuat, dan berdaya saing global.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa STIKes Karsa Husada Garut siap bertransformasi dan berinovasi dalam mengembangkan pendidikan kesehatan di Indonesia. Kesiapan ini diiringi dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, yang semuanya akan bermuara pada tercapainya Indonesia Emas 2045. Amiin.***