05-Maret-2024 | Dilihat: 814 kali
Dalam rapat kerja internal Yayasan Dharma Husada Insani Garut pada tanggal 1 Maret 2024, tergambar dengan jelas semangat untuk melakukan perubahan dan penyempurnaan yang signifikan guna memajukan tata kelola dan pengelolaan STIkes dan juga Yayasan.. Rapat ini melibatkan para pemangku kepentingan utama yayasan, termasuk Ketua Pembina Yayasan, Komite Etik, Pengawas, Ketua Umum Pengurus dan Plt. Ketua Pengurus Yayasan, Bendahara, dan sejumlah unsur organ lainnya.
Salah satu aspek yang menjadi fokus utama rapat adalah pembahasan mengenai Rancangan Perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART) Yayasan. Dr. H. Hadiat MA, selaku Ketua Pembina Yayasan, secara rinci membahas perubahan yang diusulkan, termasuk penambahan tupoksi posisi berkaitan dengan penambahan unsur pengurus dan peningkatan aturan terkait pengelolaan keuangan. Poin menarik yang diangkat adalah perlunya keterlibatan yang jelas dari yayasan dalam setiap aspek pengelolaan STIkes, termasuk penetapan pegawai dan penilaian kinerja.
Kemudian, H. Cucu Sofiyan, yang menjabat sebagai Plt. Ketua Pengurus Yayasan DHIG, menyoroti pentingnya penyempurnaan ART dengan arahan dan bimbingan dari Komite Etik. Beliau juga memberikan penekanan pada sumber hukum yang menjadi pedoman dan pengawasan atas kegiatan yayasan yang menyelenggarakan pendidikan. Dalam hal ini, proses penerimaan pegawai menjadi sorotan utama, terutama terkait hak kepegawaian bagi pekerja setelah diterima.
Pembahasan ART juga mendapatkan pandangan dari Prof. Dr. H. Uman Suherman AS., M.Pd, anggota komite etik. Beliau menyampaikan perlunya fokus pada hubungan harmonis antara Yayasan dan STIkes, dengan menekankan penetapan ketentuan terkait pengelolaan dana, alokasi anggaran, dan alur pengeluaran dana. Pemahaman yang jelas terkait perubahan ini menjadi kunci utama agar kedua entitas dapat berjalan seiring dan saling mendukung.
Drs. H. M. Adjidin, M.Si, Ketua Pengawas Yayasan, menyuarakan pertanyaan terkait kebijakan dalam mekanisme pemilihan pimpinan STIKes. Beliau menyoroti perlunya ketegasan dan ketatnya pengaturan dari senat dalam mempertimbangkan dan menentukan calon pimpinan STIKes, serta mekanisme lamanya jabatan yang perlu direvisi untuk memberikan peluang kepada yang lain.
Budi Setiabudi, Bendahara Umum Yayasan DHIG, memberikan sorotan pada pasal 59 terkait pelamar dan penerimaan karyawan, khususnya terkait dengan pelamar yang terafiliasi dalam keanggotaan partai politik. Diskusi terbuka ini mencerminkan keinginan untuk memberikan kejelasan aturan terkait keterlibatan politik dalam struktur yayasan.
Suryadi M.Si, Ketua Umum Pengurus Yayasan, menggaris bawahi perlunya peraturan yang lebih sempurna dan hasil yang konsisten setelah konsultasi dan komunikasi lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah tumpang tindih aturan dan memastikan keselarasan teknis dalam implementasinya.
Kusnadinata, Anggota Pengawas Yayasan, turut menyampaikan bahwa perubahan ART menjadi langkah tepat menyongsong institusi baru. Kusnadinata, memberikan catatan khusus untuk mempersiapkan pemilihan pimpinan Institut nanti kalau memang STIKes sudah bertranformasi menjadi Institut Kesehatan, khususnya untuk pemilihan rektor dan pembantu rektor agar ada catatan khusus sesuai dengan perubahan ART, untuk mendukung transisi kepemimpinan yang mulus.
Dalam kesimpulan rapat, terdapat sejumlah langkah konkret yang akan diambil, seperti jadwal pertemuan khusus untuk membahas ART lebih lanjut dan penambahan pegawai tetap dan pekarya dalam perubahan ART. Pembahasan lain termasuk ketentuan hari kerja, gaji pokok ,golongan, tugas dan izin belajar, serta persyaratan untuk calon pimpinan dan lainnya.
Rapat ini mencerminkan semangat kolaborasi dan komitmen para pemangku kepentingan untuk melakukan perubahan positif demi kemajuan Yayasan. Sinergi antara Pembina, pengurus, pengawas, dan semua unsur yayasan menjadi pondasi utama untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik. Perubahan ini tidak hanya terfokus pada aspek administratif, namun juga pada nilai-nilai dan etika yang menjadi landasan bagi keberlanjutan yayasan. Semua pandangan dan masukan diharapkan akan menjadi langkah awal yang kokoh menuju prestasi lebih tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan di Yayasan Dharma Husada Insani Garut.
Kegiatan ini akan ditindak lanjuti dengan pembahasan pembahasan berikutnya sekitar Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga (ART) Yayasan Dharma Husada Insani Garut ini, ***(redaksi)