22-September-2023 | Dilihat: 845 kali
Ketua Unit Laboratorium Kesehatan STIKes Karsa Husada Garut, Yeni Sri Intani, A.Md.Keb Ketika diwawancara oleh Humas Yayasan DHIG, Jum’at Yayasan DHIG (Dok Yayasan DHIG)
GARUT, yayasan-dhig.or.id - Dalam perjalanan menuju keunggulan dalam dunia pendidikan kesehatan, STIKes Karsa Husada Garut diberkati dengan salah seorang pemimpin yang luar biasa, Ibu Yeni Sri Intani, A.Md.Keb, beliau seorang Kepala Unit Laboratorium Kesehatan. Mari kita meneropong lebih jauh ke dalam latar belakang, visi, dan peran penting yang dimainkan oleh figur ini.
Latar Belakang dan Pengalaman Pendidikan:
Sosok Yeni ini adalah alumni dari STIKes Karsa Husada Garut, lulus dari Prodi D3 Kebidanan pada tahun 2014. Dengan fondasi pendidikan yang kuat dan semangat untuk berkontribusi pada dunia kesehatan, dia telah membawa pengalamannya selama hampir satu dekade dalam dunia laboratorium kesehatan.
Sebagai pionir di Unit Laboratorium Kesehatan, perannya sangat menonjol. Dia bertanggung jawab atas sejumlah tugas kritis, termasuk penyusunan rencana pengembangan Laboratorium, merancang program dan kegiatan, serta mengatur anggaran yang sesuai dengan kebutuhan. Koordinasi pelaksanaan program, pemeliharaan fasilitas, penginventarisan alat-alat, dan pelaporan adalah sebagian dari peran penting yang harus dia lakukan untuk memastikan laboratorium beroperasi dengan baik.
Kepatuhan terhadap SOP adalah kunci kesuksesan dalam Laboratorium. Kepala Unit Lab Kesehatan STIKes ini, memastikan bahwa ”semua Penanggung Jawab (PJ) di Laboratorium mematuhi aturan yang berlaku dan selalu memastikan bahwa alur dan SOP yang ada diikuti dengan ketat” ujar Yeni.
Dalam upaya untuk membantu mahasiswa mengembangkan keahlian yang relevan dengan bidangnya, dia berusaha untuk menyediakan fasilitas dan dukungan yang dibutuhkan. Dia percaya bahwa pengalaman praktikum di Laboratorium adalah landasan utama bagi mahasiswa untuk mengasah keahlian mereka.
Komunikasi yang efektif dengan pihak Prodi adalah inti dari pengelolaan Laboratorium yang sukses. Dia menjaga hubungan yang erat dengan setiap Prodi terkait untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka dalam hal fasilitas dan alat terpenuhi sesuai dengan kurikulum.
Disamping itu dengan melakukan evaluasi rutin melalui briefing bersama seluruh anggota Laboratorium, pemimpin ini terus berusaha untuk memahami bagaimana meningkatkan kinerja Laboratorium. Setiap masukan dan saran dari anggota Laboratorium (laboran) sangat dihargai dan digunakan untuk membuat perubahan yang diperlukan”, ujarnya
Menghadapi Tantangan:
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah membawa perubahan besar yang mengarah ke tujuan Laboratorium yang lebih baik di masa depan. Dia menghadapinya dengan kreativitas dan inovasi, serta dengan berdiskusi aktif dengan anggota Laboratorium lainnya. Hasilnya, terlihat perubahan yang signifikan dalam pelayanan dan fasilitas Laboratorium.
Meskipun belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi terkini, Laboratorium selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam hal alat-alat Laboratorium. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa mahasiswa dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
“Sedangkan Pengembangan staf Laboratorium tidak hanya mencakup pelatihan khusus sesuai dengan bidangnya, tetapi juga melibatkan pengembangan akademik. Menyelesaikan studi ke jenjang selanjutnya dianggap penting untuk mengikuti perkembangan ilmu yang terus berubah, kata Yeni”.
Adapun Visinya untuk Laboratorium Kesehatan adalah “menjadikannya yang terbaik di institusi pendidikan. Dia merencanakan perbaikan fasilitas dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan pengguna Laboratorium tanpa mengorbankan kualitas dan kepatuhan pada SOP”, ujar Yeni penuh semangat menjelaskan kepada kami.
Pengelolaan Persediaan Bahan dan Alat:
Pengelolaan persediaan bahan melibatkan peninjauan berkala untuk memastikan bahwa jumlah bahan yang tersedia selalu mencukupi. Sementara itu, pengelolaan alat-alat Laboratorium melibatkan koordinasi yang erat dengan dosen pengajar dan Prodi terkait untuk memastikan kebutuhan alat sesuai dengan kurikulum.
Di samping itu dalam hal pengelolaan limbah, Laboratorium telah bekerja sama dengan pihak ketiga, PT. Maxbiz Environ, untuk mencapai kesepakatan bersama mengenai pengelolaan limbah. Meskipun demikian, Ka Unit Laboratorium ini menyadari, perlunya peningkatan dalam hal penampungan limbah. Dia berharap agar Laboratorium segera memiliki tempat penampungan limbah yang sesuai dengan standar pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3), sehingga tidak hanya memastikan keselamatan lingkungan, tetapi juga mematuhi peraturan yang berlaku.
Begitu juga dalam hal keselamatan di lingkungan kerja, Kepala Unit ini selalu proaktif dalam berkomunikasi dengan mahasiswa dan pengguna Laboratorium mengenai potensi risiko dan tindakan yang harus diambil dalam situasi kecelakaan kerja. Meskipun belum ada aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang baku untuk Laboratorium, Yeni menyadari pentingnya kebijakan K3 yang komprehensif dari institusi yang relevan.
Untuk mempertahankan komunikasi yang berlanjut, dia selalu memprioritaskan menjaga komunikasi yang efektif dengan seluruh anggota Laboratorium. Melalui briefing rutin dan hubungan erat dengan Prodi terkait, dia memastikan bahwa teori dan praktik dalam kurikulum selalu sesuai dan up-to-date.
Dalam upaya untuk memberikan peluang lebih luas kepada mahasiswa, pimimpin Laboratorium ini mencari peluang kolaborasi dengan industri dan institusi lain. “Kerjasama melalui memorandum of understanding (MOU) atau perjanjian serupa membuka pintu bagi mahasiswa untuk magang atau bekerja di luar institusi. Selain itu, kerjasama ini juga memungkinkan peminjaman alat dari institusi lain ke Laboratorium STIKes Karsa Husada, menimba pengalaman mahasiswa dalam penggunaan teknologi terkini”, ujar Yeni penuh antusias
Respons Terhadap Perubahan:
Dalam menghadapi terhadap perkembangan yang semakin cepat, Yeni selalu tanggap terhadap perubahan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Dia menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilan terbaru sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang relevan dalam dunia kesehatan yang terus berubah.
Dia mengakui pentingnya pembelajaran berbasis kasus dalam menyiapkan mahasiswa untuk dunia nyata. Dia berkomitmen untuk memastikan bahwa Laboratorium memberikan pengalaman yang berharga dalam menangani berbagai kasus yang mungkin dihadapi oleh mahasiswa di lapangan kerja.
.png)
Dalam upaya untuk terus mengembangkan diri, pemimpin Laboratorium selalu mencari peluang pelatihan dan belajar dari sumber-sumber yang relevan. Jika melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya tidak terwujud pada saat ini, dia tetap berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui studi banding digital dan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan keahliannya.
Saran untuk Mahasiswa dan Dosen:
Akhirnya, Yeni Sri Intani sang pemimpin pada Unit Laboratorium Kesehatan STIKes Karsa Husada Garut, memiliki beberapa saran berharga untuk semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan:
Dengan semangat yang tulus, Kepala Unit Laboratorium Kesehatan STIKes ini terus bekerja keras untuk menjadikan Laboratorium Kesehatan di STIKes Karsa Husada Garut sebagai yang terbaik dalam hal fasilitas, pelayanan, dan kualitas pendidikan. Dengan dedikasinya, dia membawa institusi ini ke arah yang lebih cemerlang dalam dunia pendidikan kesehatan. Semoga.(sepIT)