17-September-2023 | Dilihat: 695 kali
Garut, 14 September 2023 - Study banding yang berlangsung pada Rabu, 13 September 2023, antara Yayasan Dharma Husada Insani Garut (DHIG) dan dua lembaga pendidikan terkemuka, Yayasan Sasmita Jaya – Universitas Pamulang dan STIKes WDH Tangerang Selatan, berlangsung dengan dan lancar dan memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan pendidikan tinggi di kedua belah pihak .
Dalam pembahasan tentang pengelolaan kampus, peserta study banding menanyakan berbagai praktik terbaik dalam mengelola fasilitas, sumber daya, dan infrastruktur. Ini mencakup strategi pengelolaan keuangan, perencanaan anggaran, dan pengelolaan aset, termasuk pemahaman tentang perpajakan di lingkungan Yayasan Sasmita Jaya.
Selain itu, peserta berfokus pada struktur kepemimpinan di lembaga pendidikan tinggi tersebut, menyoroti peran dan tanggung jawab masing-masing. Ini membantu memahami bagaimana keputusan dan arahan dibuat dan diimplementasikan, serta bagaimana pengambilan kebijakan yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Dr. Pranoto, Ketua Yayasan Sasmita Jaya, menyampaikan “perkembangan pengelolaan lembaga dan komitmen mereka terhadap pendidikan yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas, juga bagaimana peran Yayasan Sasmita dalam pengembangan Universitas Pamulang dan bagaimana yayasan tersebut secara umum dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia”.

Dalam penentuan target capaian kinerja, pihak universitas berbagi pengalaman dalam menetapkan target kinerja yang mencakup pencapaian akademis, peningkatan fasilitas, dan upaya untuk meningkatkan reputasi institusi.
Pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama, mulai dari rekrutmen hingga penilaian kinerja. Ini membantu memahami bagaimana lembaga ini menjaga staf yang berkualitas untuk mendukung visi mereka dalam pendidikan tinggi.
Sesi study banding juga mencakup diskusi tentang inisiatif Yayasan Sasmita Jaya di luar pendidikan, termasuk investasi di bidang properti, pengelolaan bahan baku pangan, dan sektor peternakan, khususnya ternak sapi. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana yayasan ini berinovasi di berbagai bidang untuk mendukung keberlanjutan.
Terkait dengan pengawasan dan pengembangan kampus, peserta memahami bagaimana yayasan ini melakukan pengawasan dan pengembangan berkelanjutan terhadap kampus dan usaha lainnya, termasuk mekanisme evaluasi terhadap penggunaan dana atau anggaran yang dialokasikan.

Selain diskusi di ruang rapat, peserta study banding juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat di lingkungan STIKes dan Universitas Pamulang untuk mengetahui fasilitas dan penggunaannya, baik di Kampus Utama maupun di Kampus Viktor. Ini memberikan gambaran nyata tentang komitmen lembaga dalam memberikan lingkungan pendidikan yang optimal.
Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan-pertanyaan strategis diajukan oleh peserta, yang mencakup isu-isu kebijakan pendidikan tinggi, struktur organisasi, kualifikasi dosen, pembinaan mutu kemahasiswaan, kebersihan dan kerapihan mahasiswa, serta strategi dalam mendukung Gerakan Bersih Rapih (GBR) di kampus.
Pimpinan dari Yayasan Sasmita Jaya, Universitas Pamulang, dan STIKes WDH Tangerang Selatan memberikan jawaban yang mendalam dan penuh wawasan terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Selain itu Rektor Universitas Pamulang, Dr. E. Nurzaman, AM, M.M., Si, menggambarkan dampak penting dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. “Beliau menjelaskan bahwa peraturan ini mengalami perubahan signifikan dalam standar nasional pendidikan tinggi serta sistem akreditasi pendidikan tinggi secara mendasar”.
“Dalam menjaga kualitas pendidikan, Universitas Pamulang menerapkan standar ketat dalam hal kehadiran mahasiswa, dengan rincian 60% tatap muka dan 40% pembelajaran online. Punctuality juga diutamakan, termasuk kehadiran dosen yang harus mencapai 100%. Dalam hal kualifikasi dosen, standar minimal adalah gelar S2, dan ada target lulusan doktor sebanyak 30%”, ujarnya.
Di lain pihak Ketua STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, Ns. Riris Andriati, S.Kep., M.Kep, membahas langkah-langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan. Salah satunya adalah “mahasiswa diwajibkan mengikuti dalam uji kompetensi, dan mereka harus lulus dalam UKOM ini untuk menyelesaikan studinya”, tegasnya. Selain itu, Riris Andriati menjelaskan tentang akreditasi dosen di bidang kesehatan, yang berfokus pada kualifikasi sesuai dengan lini dan peminatan.