28-Oktober-2025 | Dilihat: 490 kali
Garut, 28 Oktober 2025 | Ballroom Hotel Mercure City Center Garut
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut menggelar Rapat Kerja Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) STIKes Karsa Husada Garut Tahun 2025–2029, pada Selasa, 28 Oktober 2025 di Ballroom Hotel Mercure City Center Garut.
Kegiatan strategis ini menjadi langkah awal penting dalam merumuskan arah pengembangan kelembagaan STIKes Karsa Husada Garut menuju transformasi bentuk menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut.
Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan Dharma Husada Insani Garut; pimpinan STIKes Karsa Husada Garut; Senat Akademik; para Ketua Program Studi; para Kepala Bagian dan Unit; dosen; tenaga kependidikan; serta undangan lainnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat, penuh semangat, dan bernuansa reflektif untuk menyiapkan arah strategis lembaga empat tahun ke depan.
Sambutan Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut
Dalam sambutannya (melalui zoom), Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut, Dr. H. Hadiat, M.A., menegaskan bahwa penyusunan Renstra bukan sekadar rutinitas administratif empat tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan arah perjuangan bersama seluruh sivitas akademika STIKes.
“Renstra adalah pedoman arah dan makna perjalanan lembaga. Di dalamnya bukan hanya angka, tabel, atau program, tetapi juga semangat, doa, dan cita-cita luhur kita semua: menjadikan STIKes ini lembaga pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, religius, dan berwawasan global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Hadiat menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata tanggung jawab moral Yayasan dalam memastikan kesinambungan mutu akademik dan tata kelola lembaga. Yayasan, katanya, tidak berdiri di luar, tetapi berjalan seiring dengan langkah STIKes sebagai mitra strategis, pengarah, dan penjaga nilai.
Dalam arahannya, beliau menyoroti tiga kekuatan utama yang harus menjadi fondasi pembangunan ke depan:
Dr. Hadiat juga menyampaikan analogi inspiratif bahwa menyusun Renstra ibarat menyiapkan “ruang perawatan bagi kesembuhan pasien”, di mana segala sesuatu harus tertata, bersih, dan siap digunakan. Demikian pula dengan Renstra, setiap ide dan strategi harus terukur dan siap dijalankan untuk pertumbuhan lembaga.
“Renstra ini bukan milik Ketua, bukan milik Yayasan, bukan pula milik segelintir dosen atau staf, tetapi milik seluruh sivitas akademika STIKes Karsa Husada Garut. Ini adalah janji moral kita bersama untuk menjadikan lembaga ini lebih bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kesehatan,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Dr. Hadiat mengajak seluruh peserta untuk bekerja dengan hati yang jernih, niat yang tulus, dan semangat yang teguh, seraya mengutip pepatah:
“Sebuah kapal besar tidak akan pernah sampai ke pelabuhan jika semua awaknya tidak mendayung seirama.”
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Ketua Pembina Yayasan secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Penyusunan Renstra STIKes Karsa Husada Garut Tahun 2025–2029.
Pengarahan Ketua Komite Etik Yayasan
Sesi berikutnya diisi dengan pengarahan dari Ketua Komite Etik Yayasan Dharma Husada Insani Garut, Prof. Dr. H. Uman Suherman A.S., M.Pd., AHRA, yang memberikan pandangan tajam dan menyeluruh mengenai arah kebijakan Renstra ke depan.
Prof. Uman menekankan pentingnya menyelaraskan perencanaan lembaga dengan regulasi pendidikan tinggi dan Statuta STIKes agar setiap langkah strategis memiliki dasar hukum dan arah yang jelas.
“Dalam rapat kerja ini, kita harus menyamakan persepsi dan meneguhkan kolaborasi antar personal dalam institusi. Kita harus memiliki tujuan yang jelas dan memastikan bahwa setiap program kerja mampu mewujudkan tujuan tersebut melalui mekanisme yang sistematis,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya input, proses, dan output evaluatif dalam penyusunan Renstra, agar lembaga tidak hanya fokus pada rencana ke depan tetapi juga mampu merefleksikan capaian masa lalu.
Dalam penjelasannya, Prof. Uman menegaskan perlunya budaya mutu yang berkelanjutan di STIKes Karsa Husada Garut. Menurutnya, kurikulum dan pembelajaran harus terus direvisi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar lulusan mampu bersaing dan terserap di dunia kerja.
“Kita harus optimis. Jangan dilandasi pesimisme, tetapi terus berikhtiar dan berdoa. Dalam membangun lembaga, mekanismenya bisa formal atau nonformal, tetapi jangan sampai yang penting tidak dibahas, dan yang tidak penting justru dirapatkan,” pesannya yang disambut dengan tawa ringan namun penuh makna.
Prof. Uman juga mengingatkan bahwa ke depan, STIKes Karsa Husada Garut tidak hanya harus berwawasan global, tetapi juga mampu bersaing secara global, menegaskan pentingnya daya saing dan inovasi dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi pendidikan tinggi.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme dan Sinergi
Rapat kerja ini menjadi bagian dari rangkaian strategis menuju penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) STIKes Karsa Husada Garut 2025–2029, yang akan menjadi dasar pengembangan akademik, kelembagaan, dan tata kelola lima tahun ke depan.
Dengan dukungan penuh dari Yayasan Dharma Husada Insani Garut, STIKes Karsa Husada Garut meneguhkan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi Institut Kesehatan yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi antara Yayasan dan STIKes dalam memperkuat visi bersama, yaitu menghadirkan lembaga pendidikan tinggi kesehatan yang bermutu, relevan, dan berdaya saing nasional maupun internasional.
Penutup
Rapat kerja berlangsung dengan lancar, produktif, dan penuh semangat kolaboratif. Seluruh peserta berkomitmen untuk menjadikan hasil Renstra sebagai pedoman bersama dalam membangun STIKes Karsa Husada Garut yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Reporter: Tim Media Yayasan Dharma Husada Insani Garut
Editor : Divisi Humas & Publikasi
Foto : Dokumentasi Panitia Raker Renstra 2025–2029 ***