01-September-2026 | Dilihat: 31 kali

KETUA PEMBINA YAYASAN DHIG TEKANKAN KARAKTER, MUTU, DAN KEBERSAMAAN DALAM APEL GABUNGAN IKKHG
...

Garut, 31 Agustus 2026 — Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., mengajak seluruh keluarga besar Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) memperkuat karakter, disiplin, budaya mutu, dan kebersamaan dalam mewujudkan IKKHG sebagai perguruan tinggi kesehatan yang unggul, religius, berstandar internasional, dan berdaya saing.

Pesan tersebut disampaikan dalam Apel Gabungan Yayasan dan IKKHG, sekaligus apel perdana mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Senin (31/8/2026), di Lapang Parkir Kampus 2 IKKHG. Apel diikuti organ Yayasan, pimpinan Institut, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa lama dan mahasiswa baru.

Dalam sambutannya, Ketua Pembina mengajak seluruh peserta mengheningkan hati untuk mendoakan almarhumah Ibu Hj. Euis Karwati, ibunda Bapak H. Rudi Gunawan dari Komite Etik Bidang Hukum Yayasan, serta dua mahasiswa Program Studi Profesi Ners, almarhum Reza Muhamad Zaki dan almarhumah Mutiara Dwi Puamarwati, yang telah berpulang.

Ketua Pembina memimpin pembacaan Al-Fatihah dan mengajak seluruh keluarga besar IKKHG menjadikan kepergian mereka sebagai momentum untuk semakin menghargai kehidupan dan mengisinya dengan kebaikan.

Kepada mahasiswa baru, Ketua Pembina memberikan pesan agar mereka tidak memandang pendidikan hanya sebagai jalan memperoleh ijazah dan gelar.

“Kalian datang ke IKKHG untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat.”ujar Hadiat

Menurutnya, mahasiswa kesehatan kelak akan berhadapan dengan manusia yang membutuhkan ilmu sekaligus ketulusan dan kepedulian.

“Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang jujur, disiplin, terampil, beretika, sabar, dan memiliki hati.” ujarnya.

Karena itu, mahasiswa diajak menanamkan kesadaran bahwa mereka bukan sekadar sedang kuliah, melainkan sedang mempersiapkan diri untuk memegang amanah kemanusiaan.

Ketua Pembina juga berpesan kepada mahasiswa lama agar menjadi teladan bagi mahasiswa baru.

“Jangan jadikan senioritas sebagai alasan untuk ditakuti; jadikanlah kesempatan untuk meninggalkan

Kepada dosen dan tenaga kependidikan, Ketua Pembina mengingatkan bahwa mereka tidak sekadar bekerja, tetapi turut membentuk masa depan mahasiswa.

“Tidak ada pekerjaan yang kecil apabila dilakukan dengan amanah.”

Setiap pelayanan, perhatian, dan kebaikan yang diberikan kepada mahasiswa, menurutnya, dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka hingga kelak menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Pembina juga menegaskan pentingnya Gerakan Bersih dan Rapi (GBR) sebagai bagian dari karakter institusi.

“Kita ingin GBR menjadi lebih dari sekadar program. GBR harus menjadi salah satu karakter.”ujar Hadiat penuh semangat .

Seluruh civitas academica diajak tidak menunggu perintah untuk menjaga kebersihan dan kerapian.

“Kalau melihat sampah, ambil. Kalau melihat sesuatu tidak rapi, rapikan. Kalau melihat sesuatu kurang baik, perbaiki.”

Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dilakukan secara konsisten.

Ketua Pembina menegaskan bahwa mutu bukan semata-mata urusan akreditasi, tetapi harus menjadi budaya dalam bekerja, mengajar, belajar, melayani, dan bertanggung jawab.

“Apa yang kita kerjakan harus benar. Apa yang kita katakan harus dapat dipertanggungjawabkan.”

Ia juga mengajak seluruh unsur Yayasan dan Institut untuk memperkuat persatuan dalam semangat “Satu Visi, Satu Komitmen, Satu Langkah.”

Menurutnya, kemajuan IKKHG pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

“Pimpinan yang amanah, dosen yang berdedikasi, pegawai yang profesional, mahasiswa yang berkarakter. Jika manusia-manusianya kuat, insyaallah institusinya juga akan kuat.”

Menutup sambutannya, Ketua Pembina mengajak seluruh keluarga besar IKKHG untuk bersama-sama menjaga lingkungan, memperbaiki mutu, menguatkan persaudaraan, dan terus memperbaiki diri.

“Mari kita jaga IKKHG bersama-sama. Kita satukan hati, kita kuatkan komitmen, dan kita langkahkan kaki bersama untuk mewujudkan IKKHG yang unggul, religius, berstandar internasional, dan berdaya saing.” ujarnya mengakhiri sambutan.

Apel gabungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan seluruh keluarga besar IKKHG dalam menyambut Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus meneguhkan komitmen bersama terhadap peningkatan mutu, karakter, dan kemanfaatan institusi bagi masyarakat. ***