13-Agustus-2026 | Dilihat: 81 kali
Garut, 10 Agustus 2026 — Yayasan Dharma Husada Insani Garut bersama pimpinan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) menggelar rapat kerja membahas tindak lanjut hasil pertemuan dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Senin (10/8/2026), di Ruang Rapat Yayasan 1.
Rapat menegaskan bahwa kerja sama dengan UNJANI merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan IKKHG, termasuk persiapan pembentukan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Ketua Pembina Yayasan, Dr. H. Hadiat, M.A., menyampaikan bahwa “kerja sama dengan UNJANI merupakan pilihan yang tepat dan strategis. Ia mendorong percepatan proses kerja sama, koordinasi dengan LLDIKTI Wilayah IV, serta penyusunan tahapan kegiatan yang sistematis agar tidak ada persyaratan yang terlewat”, ujarnya.
Sementara itu, drg. Anggadinata melaporkan adanya antusiasme yang tinggi dari pihak UNJANI untuk segera melanjutkan proses kerja sama. Ia juga menyampaikan perkembangan kesiapan dosen serta peluang pengembangan kerja sama dengan BPJS yang perlu didukung oleh kesiapan sumber daya manusia.
Andhika (LP2M) menyampaikan perkembangan proses administrasi dan pengajuan, termasuk persyaratan RSGM, kesiapan dokumen, serta kebutuhan untuk memastikan pembagian tanggung jawab antara Yayasan dan IKKHG dalam pemenuhan persyaratan.
Pada kesempatan yang sama, Hasbi (BAA) menyampaikan perkembangan Program Studi Gizi, khususnya terkait dosen, homebase, persyaratan SIAGA, serta proses administrasi yang masih perlu ditindaklanjuti dengan LLDIKTI. Penyelesaian status Program Studi Gizi dipandang penting dalam mendukung pengembangan institusi.
Ketua Umum Pengurus Yayasan H. Suryadi menekankan pentingnya mempersiapkan pertemuan lanjutan dengan UNJANI, termasuk kesiapan pihak Yayasan, tempat, serta berbagai kebutuhan teknis dan administrasi.
Selanjutnya Prof. Dr. H. Uman Suherman, AS., M.Pd., AHRA, mengingatkan agar seluruh persyaratan diverifikasi secara menyeluruh sebelum proses dilanjutkan. Menurutnya, status Program Studi Gizi dan pemenuhan persyaratan akreditasi perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengembangan institusi. Kunjungan UNJANI ke Garut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi, sarana, prasarana, dan fasilitas FKG.
H. Kusnadinata menyoroti pentingnya penelaahan Kerangka Acuan Kerja (KAK) secara bersama-sama. KAK diharapkan tidak hanya memuat kegiatan dan pembiayaan, tetapi juga timeline, tahapan, target, keluaran, penanggung jawab, serta catatan perkembangan sehingga dapat menjadi instrumen monitoring dan evaluasi kerja sama.
Selanjutnya Rektor IKKHG, Dr. Iwan Wahyudin menekankan perlunya menampilkan berbagai dokumen dan kesiapan yang telah dimiliki IKKHG kepada UNJANI sebagai bagian dari proses pendampingan dan penyamaan persepsi.
Sementara H. Adjidin Ketua Pengawas Yayasan, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembentukan FKG, khususnya dalam pemenuhan laboratorium, sarana dan prasarana, serta kesiapan lokasi sesuai standar yang dipersyaratkan.
Rapat menyepakati bahwa seluruh unsur Yayasan dan IKKHG perlu memperkuat koordinasi, mempercepat pemenuhan persyaratan, serta memastikan setiap tahapan kerja sama dengan UNJANI dilaksanakan secara terukur, terdokumentasi, dan sesuai ketentuan.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat posisi IKKHG sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing.***